• 0217252225
  • Jl. Hang Lekir I No. 8 Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 10270

UNIVERSITAS MOESTOPO LAWAN JUDOL DAN PINJOL ILEGAL DI KALANGAN MAHASISWA MELALUI SEMINAR FINANCIAL LITERACY TRAINING

UNIVERSITAS MOESTOPO LAWAN JUDOL DAN PINJOL ILEGAL DI KALANGAN MAHASISWA MELALUI SEMINAR FINANCIAL LITERACY TRAINING

UNIVERSITAS MOESTOPO LAWAN JUDOL DAN PINJOL ILEGAL DI KALANGAN MAHASISWA MELALUI SEMINAR FINANCIAL LITERACY TRAINING

Jakarta – Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) berkolaborasi dengan PT Kinobi Technologies Indonesia dan PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk menggelar seminar bertajuk Financial Literacy Training: “Lawan Judi Online & Pinjaman Online Ilegal”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 15 Desember 2025, bertempat di Kampus I Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta.

 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan mahasiswa sekaligus membentengi mereka dari ancaman perjudian online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang kian marak di era digital.

 

Kepala Biro Akademik Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Yasef Firmansyah, S.Sos., M.Si, menyampaikan harapannya agar seminar literasi keuangan ini dapat menambah wawasan dan pemahaman mahasiswa dalam mengelola keuangan secara bijak. Dengan bekal literasi yang baik, mahasiswa diharapkan mampu terhindar dari jeratan judi online dan pinjaman online ilegal di masa mendatang.

 

Perwakilan PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk, Ismail, menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda. Menurutnya, pemahaman keuangan yang baik akan membantu mahasiswa membedakan layanan keuangan yang legal dan ilegal, serta mendorong pengambilan keputusan finansial yang tepat dan bertanggung jawab.

 

Materi utama disampaikan oleh Ghani Hafiyyanto, Finance Lead Kinobi AI, dengan topik “Understanding Digital Financial Risks & Building Healthy Money Habits.” Ia menjelaskan pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi kebiasaan finansial sehat melalui empat elemen utama, yaitu pengelolaan anggaran dan tabungan, pengaturan arus kas, pemahaman kredit dan pinjaman, serta perlindungan data keuangan.

 

Dalam pemaparannya, Ghani juga mengungkap berbagai tantangan keuangan mahasiswa, seperti perilaku belanja impulsif, tekanan pergaulan (peer pressure), FOMO, lemahnya kebiasaan menyusun anggaran, kemudahan akses pinjaman digital, serta meningkatnya risiko judi online dan penipuan keuangan.

 

Perjudian online ditegaskan sebagai salah satu jebakan keuangan paling berbahaya karena dapat menyebabkan kerugian finansial, lilitan utang, gangguan kesehatan mental, hingga masalah hukum.

 

Sebagai solusi, mahasiswa didorong untuk menerapkan kebiasaan keuangan yang sehat, seperti menyusun anggaran, menabung, mulai berinvestasi sesuai kemampuan, mencari penghasilan tambahan, serta memanfaatkan beasiswa dan hibah pendidikan.

 

Melalui seminar ini, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan mahasiswa sebagai upaya nyata melawan judi online dan pinjaman online ilegal, sekaligus mencetak generasi muda yang mandiri dan bertanggung jawab secara finansial.

 

  • Universitas Moestopo, Seminar Lawan PINJOL, Seminar lawan JUDOL, Kolaborasi, Diktisaintek