UNIVERSITAS MOESTOPO LAWAN JUDOL DAN PINJOL ILEGAL DI KALANGAN MAHASISWA MELALUI SEMINAR FINANCIAL LITERACY TRAINING
Jakarta – Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) berkolaborasi dengan PT Kinobi Technologies Indonesia dan PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk menggelar seminar bertajuk Financial Literacy Training: “Lawan Judi Online & Pinjaman Online Ilegal”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 15 Desember 2025, bertempat di Kampus I Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta.
Kegiatan
ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan mahasiswa sekaligus
membentengi mereka dari ancaman perjudian online (judol) dan pinjaman online
(pinjol) ilegal yang kian marak di era digital.
Kepala
Biro Akademik Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Yasef Firmansyah, S.Sos., M.Si,
menyampaikan harapannya agar seminar literasi keuangan ini dapat menambah
wawasan dan pemahaman mahasiswa dalam mengelola keuangan secara bijak. Dengan
bekal literasi yang baik, mahasiswa diharapkan mampu terhindar dari jeratan
judi online dan pinjaman online ilegal di masa mendatang.
Perwakilan
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk, Ismail, menegaskan pentingnya literasi
keuangan bagi generasi muda. Menurutnya, pemahaman keuangan yang baik akan
membantu mahasiswa membedakan layanan keuangan yang legal dan ilegal, serta
mendorong pengambilan keputusan finansial yang tepat dan bertanggung jawab.
Materi
utama disampaikan oleh Ghani
Hafiyyanto, Finance Lead Kinobi AI, dengan topik “Understanding Digital Financial Risks
& Building Healthy Money Habits.” Ia menjelaskan pentingnya
literasi keuangan sebagai fondasi kebiasaan finansial sehat melalui empat
elemen utama, yaitu pengelolaan anggaran dan tabungan, pengaturan arus kas,
pemahaman kredit dan pinjaman, serta perlindungan data keuangan.
Dalam
pemaparannya, Ghani juga mengungkap berbagai tantangan keuangan mahasiswa,
seperti perilaku belanja impulsif, tekanan pergaulan (peer pressure), FOMO,
lemahnya kebiasaan menyusun anggaran, kemudahan akses pinjaman digital, serta
meningkatnya risiko judi online dan penipuan keuangan.
Perjudian
online ditegaskan sebagai salah satu jebakan keuangan paling berbahaya karena
dapat menyebabkan kerugian finansial, lilitan utang, gangguan kesehatan mental,
hingga masalah hukum.
Sebagai
solusi, mahasiswa didorong untuk menerapkan kebiasaan keuangan yang sehat,
seperti menyusun anggaran, menabung, mulai berinvestasi sesuai kemampuan,
mencari penghasilan tambahan, serta memanfaatkan beasiswa dan hibah pendidikan.
Melalui
seminar ini, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menegaskan komitmennya
dalam meningkatkan literasi keuangan mahasiswa sebagai upaya nyata melawan judi
online dan pinjaman online ilegal, sekaligus mencetak generasi muda yang
mandiri dan bertanggung jawab secara finansial.