• 0217252225
  • Jl. Hang Lekir I No. 8 Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 10270

Dosen FEB Universitas Moestopo Raih Sertifikat Presentasi Internasional di Tokyo

Dosen FEB Universitas Moestopo Raih Sertifikat Presentasi Internasional di Tokyo

Dosen FEB Universitas Moestopo Raih Sertifikat Presentasi Internasional di Tokyo

Jakarta – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Yudhistira Adwimurti, berhasil mempresentasikan hasil penelitiannya dalam forum akademik internasional International Conference on Advances in Business Management and E-Business (ICABMeB) 2026 yang berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 8 Maret 2026.

Konferensi ilmiah bertaraf internasional tersebut diselenggarakan oleh International Institute of Engineers and Researchers (IIER) dan digelar di Richmond Hotel Tokyo Shiba. Kegiatan ini dihadiri oleh para akademisi dan peneliti dari berbagai negara, antara lain Hong Kong, Thailand, Taiwan, Mongolia, Amerika Serikat, dan Filipina.

Dalam forum tersebut, Yudhistira mempresentasikan penelitian berjudul “Intellectual Capital and Business Performance: The Contingent Role of Management Accounting Information Systems.” Penelitian ini merupakan kolaborasi bersama Prof. Dr. Etty Murwaningsari dari Universitas Trisakti, Suzyanty binti Mohd Shokory dari Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia, serta Sistya Rachmawati dari Tri Bhakti Business School Bekasi.

Penelitian tersebut menganalisis bagaimana tiga dimensi modal intelektual—human capital, structural capital, dan relational capital—mempengaruhi kinerja bisnis perusahaan, serta menguji peran Sistem Informasi Akuntansi Manajemen (SIAM) sebagai faktor kontingensi yang memoderasi hubungan tersebut.

Data penelitian diperoleh dari para pejabat korporasi perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mewakili dua belas sektor industri. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling berbasis varians (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0.

“Temuan kami menunjukkan bahwa ketiga komponen modal intelektual memberikan pengaruh positif terhadap kinerja bisnis. Namun yang paling menonjol adalah peran modal manusia, di mana kompetensi, keahlian, dan kreativitas sumber daya manusia organisasi terbukti menjadi kontributor terkuat,” ujar Yudhistira.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kualitas SIAM secara langsung mampu meningkatkan kinerja bisnis sekaligus memperkuat pengaruh human capital terhadap kinerja perusahaan. Namun demikian, SIAM tidak terbukti memoderasi hubungan structural capital maupun relational capital terhadap kinerja bisnis.

“Hal ini menunjukkan bahwa dukungan informasi akuntansi manajemen bersifat selektif—lebih memperkuat aset yang bergantung pada manusia, bukan secara universal mengondisikan seluruh dimensi modal intelektual. Temuan ini membuka ruang penting bagi riset lanjutan, khususnya dalam konteks perusahaan di pasar berkembang,” tambahnya.

Dari sisi teoretis, studi ini mengintegrasikan tiga kerangka utama, yaitu Resource-Based View (RBV), Knowledge-Based View (KBV), serta perspektif kontingensi, guna memberikan penjelasan yang lebih komprehensif mengenai bagaimana aset tidak berwujud berinteraksi dengan sistem informasi dalam mendorong kinerja korporasi.

Atas kontribusi ilmiahnya tersebut, Yudhistira menerima Certificate of Presentation resmi dari IIER sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi dan penyampaian karya ilmiah di hadapan peserta konferensi internasional.

Capaian ini sekaligus memperkuat rekam jejak Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah di tingkat global, khususnya dalam bidang akuntansi manajemen dan kinerja korporasi di pasar modal Indonesia. Bagi Yudhistira, keterlibatan aktif dalam forum akademik internasional merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan tata kelola bisnis di Indonesia.

 

  • Universitas Moestopo, Dosen FEB Universitas Moestopo, Sertifikat Internasional, TOKYO, Diktisaintek Berdampak