• 0217252225
  • Jl. Hang Lekir I No. 8 Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 10270

Mahasiswa Universitas Moestopo Berpartisipasi dalam Diskusi Publik Nasional Bahas Stabilitas Pasar Modal

Mahasiswa Universitas Moestopo Berpartisipasi dalam Diskusi Publik Nasional Bahas Stabilitas Pasar Modal

Mahasiswa Universitas Moestopo Berpartisipasi dalam Diskusi Publik Nasional Bahas Stabilitas Pasar Modal

Jakarta, 1 April 2026 – Mahasiswa Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) turut berpartisipasi dalam kegiatan Diskusi Publik Nasional bertema “Stabilitas Pasar Modal Indonesia, Dinamika Global & Influencer Investasi” yang diselenggarakan oleh Inanews.co.id dan InanewsTV di Avenue Room Hotel 88 Fatmawati, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi forum diskusi strategis yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan mahasiswa dalam membahas tantangan serta peluang pasar modal Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Fokus utama diskusi mencakup pentingnya edukasi, perlindungan investor, serta penguatan etika profesi sebagai fondasi pasar modal yang sehat dan berkelanjutan.

Diskusi ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai peran dan risiko influencer investasi, mengidentifikasi langkah preventif terhadap praktik manipulasi pasar seperti pump and dump, meningkatkan literasi serta perlindungan investor ritel, serta merumuskan rekomendasi kebijakan guna memperkuat tata kelola pasar modal.

Dalam pemaparannya, Riza Annisa Pujarama mengungkapkan bahwa jumlah investor ritel di Indonesia telah mencapai lebih dari 21,3 juta dan kini mendominasi sekitar 50 persen transaksi saham. Meski menunjukkan pertumbuhan signifikan, kondisi ini juga dihadapkan pada berbagai tantangan seperti rendahnya literasi keuangan, bias psikologis seperti fear of missing out (FOMO), serta kuatnya pengaruh media sosial dalam pengambilan keputusan investasi.

Ia menekankan pentingnya penguatan strategi perlindungan investor melalui regulasi yang adaptif, optimalisasi sistem perlindungan investor, pemanfaatan teknologi dalam pengawasan pasar, serta penyediaan informasi yang transparan dan kredibel. Edukasi yang komprehensif juga dinilai krusial untuk membentuk investor yang rasional dan memahami risiko, termasuk faktor makroekonomi dan perilaku pasar.

Isu etika profesi turut menjadi sorotan utama dalam diskusi. Tingginya kasus pelanggaran di pasar modal mencerminkan adanya krisis kepercayaan yang perlu segera ditangani. Praktik seperti insider trading, mis-selling, dan manipulasi pasar dinilai sebagai ancaman serius yang membutuhkan penanganan sistemik dan kolaboratif.

N. S. Aji Martono selaku Ketua Umum Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia periode 2023–2026 menegaskan bahwa keberlanjutan pasar modal tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga oleh integritas para pelaku industri. Transformasi dari sekadar kepatuhan (compliance) menuju budaya integritas (integrity-based culture) menjadi langkah krusial dalam menjaga kepercayaan investor.

Sementara itu, Ketua Bidang Hukum Cerdas Waspada Investasi Global, Rahmat Aminudin, menyoroti masih lemahnya akses hukum bagi investor ritel yang menjadi korban praktik manipulatif. Ia mendorong adanya mekanisme gugatan perwakilan (class action) yang lebih mudah diakses, serta penguatan koordinasi antara otoritas seperti OJK, kepolisian, dan kejaksaan dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan banyak korban.

“Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pump and dump akan memberikan efek jera sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar,” ujarnya.

Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. H. Muhammad Saefulloh, menyampaikan bahwa partisipasi mahasiswa dalam forum ini merupakan langkah penting dalam memperluas wawasan dan membangun kesiapan generasi muda menghadapi dinamika pasar global.

“Partisipasi mahasiswa dalam diskusi publik nasional ini diharapkan mampu memberikan wawasan yang lebih luas serta mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam pasar modal yang semakin berkembang,” tuturnya.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, mahasiswa Universitas Moestopo diharapkan tidak hanya memahami dinamika pasar modal, tetapi juga mampu menjadi agen literasi keuangan yang menjunjung tinggi etika, integritas, serta prinsip kehati-hatian dalam aktivitas investasi di masa depan.

 

  • Universitas Moestopo, Diskusi Publik Nasional, Inanews, Diktisaintek Berdampak