Mahasiswa Universitas Moestopo Berpartisipasi dalam Diskusi Publik Nasional Bahas Stabilitas Pasar Modal
Jakarta, 1 April 2026 – Mahasiswa Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) turut berpartisipasi dalam kegiatan Diskusi Publik Nasional bertema “Stabilitas Pasar Modal Indonesia, Dinamika Global & Influencer Investasi” yang diselenggarakan oleh Inanews.co.id dan InanewsTV di Avenue Room Hotel 88 Fatmawati, Jakarta.
Kegiatan ini menjadi forum
diskusi strategis yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan mahasiswa dalam
membahas tantangan serta peluang pasar modal Indonesia di tengah dinamika
global yang semakin kompleks. Fokus utama diskusi mencakup pentingnya edukasi,
perlindungan investor, serta penguatan etika profesi sebagai fondasi pasar
modal yang sehat dan berkelanjutan.
Diskusi ini bertujuan memberikan
pemahaman mengenai peran dan risiko influencer investasi, mengidentifikasi
langkah preventif terhadap praktik manipulasi pasar seperti pump and dump,
meningkatkan literasi serta perlindungan investor ritel, serta merumuskan
rekomendasi kebijakan guna memperkuat tata kelola pasar modal.
Dalam pemaparannya, Riza Annisa
Pujarama mengungkapkan bahwa jumlah investor ritel di Indonesia telah mencapai
lebih dari 21,3 juta dan kini mendominasi sekitar 50 persen transaksi saham.
Meski menunjukkan pertumbuhan signifikan, kondisi ini juga dihadapkan pada
berbagai tantangan seperti rendahnya literasi keuangan, bias psikologis seperti
fear of missing out (FOMO), serta kuatnya pengaruh media sosial dalam
pengambilan keputusan investasi.
Ia menekankan pentingnya
penguatan strategi perlindungan investor melalui regulasi yang adaptif,
optimalisasi sistem perlindungan investor, pemanfaatan teknologi dalam
pengawasan pasar, serta penyediaan informasi yang transparan dan kredibel.
Edukasi yang komprehensif juga dinilai krusial untuk membentuk investor yang
rasional dan memahami risiko, termasuk faktor makroekonomi dan perilaku pasar.
Isu etika profesi turut menjadi
sorotan utama dalam diskusi. Tingginya kasus pelanggaran di pasar modal
mencerminkan adanya krisis kepercayaan yang perlu segera ditangani. Praktik
seperti insider trading, mis-selling, dan manipulasi pasar
dinilai sebagai ancaman serius yang membutuhkan penanganan sistemik dan
kolaboratif.
N. S. Aji Martono selaku Ketua
Umum Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia periode 2023–2026 menegaskan
bahwa keberlanjutan pasar modal tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi
juga oleh integritas para pelaku industri. Transformasi dari sekadar kepatuhan
(compliance) menuju budaya integritas (integrity-based culture)
menjadi langkah krusial dalam menjaga kepercayaan investor.
Sementara itu, Ketua Bidang Hukum
Cerdas Waspada Investasi Global, Rahmat Aminudin, menyoroti masih lemahnya
akses hukum bagi investor ritel yang menjadi korban praktik manipulatif. Ia
mendorong adanya mekanisme gugatan perwakilan (class action) yang lebih
mudah diakses, serta penguatan koordinasi antara otoritas seperti OJK,
kepolisian, dan kejaksaan dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan banyak
korban.
“Penegakan hukum yang tegas
terhadap pelaku pump and dump akan memberikan efek jera sekaligus
meningkatkan kepercayaan pasar,” ujarnya.
Rektor Universitas Prof. Dr.
Moestopo (Beragama), Dr. H. Muhammad Saefulloh, menyampaikan bahwa partisipasi
mahasiswa dalam forum ini merupakan langkah penting dalam memperluas wawasan
dan membangun kesiapan generasi muda menghadapi dinamika pasar global.
“Partisipasi mahasiswa dalam
diskusi publik nasional ini diharapkan mampu memberikan wawasan yang lebih luas
serta mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam pasar modal yang semakin
berkembang,” tuturnya.
Melalui keikutsertaan dalam
kegiatan ini, mahasiswa Universitas Moestopo diharapkan tidak hanya memahami
dinamika pasar modal, tetapi juga mampu menjadi agen literasi keuangan yang
menjunjung tinggi etika, integritas, serta prinsip kehati-hatian dalam aktivitas
investasi di masa depan.