Prodi Doktor Administrasi Publik FISIP Universitas Moestopo Gelar Sidang Promosi Doktor, Hadirkan Gagasan Inovatif untuk Tata Kelola Desa dan Digitalisasi Olahraga Nasional
Jakarta – Program Studi Doktor Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan akademisi dan pemimpin yang mampu memberikan solusi bagi persoalan publik melalui penyelenggaraan Sidang Promosi Doktor bagi dua promovendus, Kustiyaman dan Muhammad Raditya Saputra, pada Sabtu (18/7/2026) di Kampus I Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta.
Sidang promosi dipimpin langsung oleh Rektor
Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. H. Muhammad Saifulloh, M.Si.,
selaku Ketua Sidang. Dalam sambutannya, Rektor mengucapkan selamat kepada kedua
promovendus atas perjuangan akademik yang telah dilalui hingga mencapai jenjang
tertinggi pendidikan. Ia berharap gelar doktor yang diraih tidak hanya menjadi
pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi amanah untuk terus mengembangkan ilmu
pengetahuan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Jagalah nama baik almamater dan
manfaatkan ilmu yang telah diperoleh untuk memberikan solusi bagi berbagai
persoalan di masyarakat, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan
negara,"
pesan Dr. Muhammad Saifulloh.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Co-Promotor
sekaligus Kepala Program Studi Doktor Administrasi Publik FISIP Universitas
Moestopo, Dr. Pandji Sukmana, M.Si. Ia menegaskan bahwa keberhasilan meraih
gelar doktor merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan dedikasi,
ketekunan, dan komitmen tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
"Perjuangan untuk meraih gelar doktor
bukanlah perjalanan yang mudah. Karena itu, ilmu yang telah diperoleh hendaknya
dijaga, dikembangkan, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, tidak hanya untuk
kepentingan akademik, tetapi juga untuk keluarga, masyarakat, serta pembangunan
bangsa,"
ujarnya.
Dalam sidang tersebut, Kustiyaman
mempertahankan disertasi bertajuk "Implementasi Kebijakan Pemerintahan
dalam Tata Kelola Perencanaan Pembangunan Perdesaan Menuju Desa Maju dan
Mandiri di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat." Penelitiannya menyoroti
pentingnya pembangunan desa yang berbasis data sebagai fondasi utama dalam
menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.
"Pembangunan desa yang tepat sasaran harus
dimulai dari data yang akurat. Selama perencanaan masih didasarkan pada asumsi,
maka pembangunan akan sulit menjawab kebutuhan nyata masyarakat," ungkap Kustiyaman
dalam paparannya.
Melalui penelitiannya, ia menemukan bahwa
tantangan terbesar bukan terletak pada regulasi, melainkan pada implementasi
kebijakan berbasis data. Menurutnya, penguatan kapasitas aparatur desa dan
pemanfaatan data profil desa secara optimal menjadi kunci dalam mewujudkan tata
kelola pemerintahan desa yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Muhammad Raditya Saputra
mempresentasikan disertasinya berjudul "Efektivitas Kebijakan Digitalisasi
Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) pada Sistem Informasi Tenaga dan
Organisasi Keolahragaan (SITENOR) di Kementerian Pemuda dan Olahraga."
Penelitian tersebut mengkaji efektivitas implementasi digitalisasi tata kelola
olahraga nasional melalui sistem informasi yang terintegrasi.
Dalam paparannya, Muhammad Raditya menegaskan
bahwa keberhasilan transformasi digital di sektor olahraga tidak hanya
ditentukan oleh keberadaan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya
manusia dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"Digitalisasi olahraga nasional tidak
cukup hanya dengan membangun sistem informasi. Keberhasilannya ditentukan oleh
kesiapan sumber daya manusia, budaya organisasi, serta kolaborasi yang kuat
antara Kementerian Pemuda dan Olahraga, pemerintah daerah, dan seluruh
organisasi olahraga agar data yang dihasilkan benar-benar menjadi dasar
pengambilan kebijakan," jelasnya.
Penelitian tersebut juga merekomendasikan
penguatan regulasi, peningkatan kapasitas SDM, serta pengembangan sistem yang
berorientasi pada kebutuhan pengguna agar digitalisasi olahraga nasional mampu
berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Sidang Promosi Doktor ini menjadi wujud
komitmen Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dalam mencetak lulusan
doktor yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan
inovasi, rekomendasi kebijakan, dan solusi strategis bagi pembangunan nasional.
Melalui berbagai penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, Program
Studi Doktor Administrasi Publik FISIP Universitas Moestopo terus berkontribusi
dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta mendorong lahirnya kebijakan publik
yang adaptif, berbasis data, dan berdampak bagi Indonesia.