• 0217252225
  • Jl. Hang Lekir I No. 8 Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 10270

Prodi Doktor Administrasi Publik FISIP Universitas Moestopo Gelar Sidang Promosi Doktor, Hadirkan Gagasan Inovatif untuk Tata Kelola Desa dan Digitalisasi Olahraga Nasional

Prodi Doktor Administrasi Publik FISIP Universitas Moestopo Gelar Sidang Promosi Doktor, Hadirkan Gagasan Inovatif untuk Tata Kelola Desa dan Digitalisasi Olahraga Nasional

Prodi Doktor Administrasi Publik FISIP Universitas Moestopo Gelar Sidang Promosi Doktor, Hadirkan Gagasan Inovatif untuk Tata Kelola Desa dan Digitalisasi Olahraga Nasional

Jakarta – Program Studi Doktor Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan akademisi dan pemimpin yang mampu memberikan solusi bagi persoalan publik melalui penyelenggaraan Sidang Promosi Doktor bagi dua promovendus, Kustiyaman dan Muhammad Raditya Saputra, pada Sabtu (18/7/2026) di Kampus I Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta.

 

Sidang promosi dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. H. Muhammad Saifulloh, M.Si., selaku Ketua Sidang. Dalam sambutannya, Rektor mengucapkan selamat kepada kedua promovendus atas perjuangan akademik yang telah dilalui hingga mencapai jenjang tertinggi pendidikan. Ia berharap gelar doktor yang diraih tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi amanah untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

 

"Jagalah nama baik almamater dan manfaatkan ilmu yang telah diperoleh untuk memberikan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara," pesan Dr. Muhammad Saifulloh.

 

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Co-Promotor sekaligus Kepala Program Studi Doktor Administrasi Publik FISIP Universitas Moestopo, Dr. Pandji Sukmana, M.Si. Ia menegaskan bahwa keberhasilan meraih gelar doktor merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan dedikasi, ketekunan, dan komitmen tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

 

"Perjuangan untuk meraih gelar doktor bukanlah perjalanan yang mudah. Karena itu, ilmu yang telah diperoleh hendaknya dijaga, dikembangkan, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, tidak hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga untuk keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa," ujarnya.

 

Dalam sidang tersebut, Kustiyaman mempertahankan disertasi bertajuk "Implementasi Kebijakan Pemerintahan dalam Tata Kelola Perencanaan Pembangunan Perdesaan Menuju Desa Maju dan Mandiri di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat." Penelitiannya menyoroti pentingnya pembangunan desa yang berbasis data sebagai fondasi utama dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.

 

"Pembangunan desa yang tepat sasaran harus dimulai dari data yang akurat. Selama perencanaan masih didasarkan pada asumsi, maka pembangunan akan sulit menjawab kebutuhan nyata masyarakat," ungkap Kustiyaman dalam paparannya.

 

Melalui penelitiannya, ia menemukan bahwa tantangan terbesar bukan terletak pada regulasi, melainkan pada implementasi kebijakan berbasis data. Menurutnya, penguatan kapasitas aparatur desa dan pemanfaatan data profil desa secara optimal menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

 

Sementara itu, Muhammad Raditya Saputra mempresentasikan disertasinya berjudul "Efektivitas Kebijakan Digitalisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) pada Sistem Informasi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan (SITENOR) di Kementerian Pemuda dan Olahraga." Penelitian tersebut mengkaji efektivitas implementasi digitalisasi tata kelola olahraga nasional melalui sistem informasi yang terintegrasi.

 

Dalam paparannya, Muhammad Raditya menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital di sektor olahraga tidak hanya ditentukan oleh keberadaan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

"Digitalisasi olahraga nasional tidak cukup hanya dengan membangun sistem informasi. Keberhasilannya ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia, budaya organisasi, serta kolaborasi yang kuat antara Kementerian Pemuda dan Olahraga, pemerintah daerah, dan seluruh organisasi olahraga agar data yang dihasilkan benar-benar menjadi dasar pengambilan kebijakan," jelasnya.

 

Penelitian tersebut juga merekomendasikan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas SDM, serta pengembangan sistem yang berorientasi pada kebutuhan pengguna agar digitalisasi olahraga nasional mampu berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

 

Sidang Promosi Doktor ini menjadi wujud komitmen Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dalam mencetak lulusan doktor yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi, rekomendasi kebijakan, dan solusi strategis bagi pembangunan nasional. Melalui berbagai penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, Program Studi Doktor Administrasi Publik FISIP Universitas Moestopo terus berkontribusi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta mendorong lahirnya kebijakan publik yang adaptif, berbasis data, dan berdampak bagi Indonesia.

 

 

  • Prodi DAP FISIP Universitas Moestopo, Universitas Moestopo, Sidang Promosi Doktor, Diktisaintek Berdampak