• 0217252225
  • Jl. Hang Lekir I No. 8 Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 10270

Dari Mahasiswa Baru Menuju Generasi Pembeda, Universitas Moestopo Bekali Mahasiswa Baru dengan Nilai KNOW, GROW, IMPACT

Dari Mahasiswa Baru Menuju Generasi Pembeda, Universitas Moestopo Bekali Mahasiswa Baru dengan Nilai KNOW, GROW, IMPACT

Dari Mahasiswa Baru Menuju Generasi Pembeda, Universitas Moestopo Bekali Mahasiswa Baru dengan Nilai KNOW, GROW, IMPACT

Jakarta, 3 September 2026 — Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) resmi menyambut 416 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar di Kampus II Universitas Moestopo, Gedung F.X. Soeseko Moestopo, Jakarta.

Mengusung tema “BECOMING MOESTOPO: KNOW, GROW, IMPACT” dengan pesan “Memulai perjalanan, membangun karakter, dan menciptakan dampak,” PKKMB 2026 dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan pengenalan kampus, tetapi menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk memahami jati diri, budaya akademik, nilai-nilai Moestopo, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia yang terus berkembang.

Ketua Pelaksana PKKMB Universitas Moestopo, Dr. T. Herry Rachmatsyah, M.M., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa PKKMB merupakan ruang untuk memulai perjalanan bersama sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Moestopo.

“Menjadi bagian dari PKKMB 2026 bukan sekadar tentang menyambut mahasiswa baru, tetapi tentang memulai sebuah perjalanan bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa semangat KNOW, GROW, IMPACT menjadi fondasi utama dalam rangkaian kegiatan. KNOW mengajak mahasiswa mengenal kampus dan dirinya, GROW mendorong mahasiswa untuk bertumbuh dan membangun karakter, sementara IMPACT mengarahkan mahasiswa untuk menggunakan ilmu yang diperoleh agar dapat memberikan manfaat.

“Menjadi mahasiswa Moestopo bukan hanya tentang apa yang kita dapatkan dari kampus, tetapi tentang apa yang dapat kita lakukan dan dampak apa yang dapat kita berikan,” tambahnya.

Rektor Ajak Mahasiswa Kenali Sejarah Perjuangan Moestopo

Dalam sambutan sekaligus pembukaan PKKMB, Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. H. Muhammad Saifulloh, S.Sos., M.Si., mengajak mahasiswa baru mengenal lebih dekat sejarah perjuangan Prof. Dr. Moestopo dalam membangun pendidikan dan meletakkan fondasi berdirinya Universitas Moestopo.

Menurut Rektor, Universitas Prof. Dr. Moestopo tidak lahir secara tiba-tiba. Perjalanan institusi ini berawal dari gagasan untuk menggunakan ilmu pengetahuan sebagai sarana membantu masyarakat.

Pada tahun 1952, ketika Prof. Dr. Moestopo aktif mengabdi sebagai dokter gigi dan Kepala Bagian Bedah Rahang di Rumah Sakit Angkatan Darat, kepeduliannya terhadap kebutuhan tenaga kesehatan gigi yang terampil mendorong lahirnya Kursus Tukang Gigi Dr. Moestopo.

Pendidikan tersebut pada awalnya dilaksanakan di rumah Prof. Dr. Moestopo di Jalan Merak 8, Jakarta. Dari langkah sederhana tersebut, perjuangan pendidikan terus berkembang. Pada 1957 lahir Kursus Tukang Gigi Intelek, kemudian setelah kepulangan Prof. Dr. Moestopo dari Amerika Serikat pada 1958 berkembang menjadi Dental College Dr. Moestopo.

Perjalanan itu berlanjut hingga pada 1960 status pendidikan ditingkatkan menjadi perguruan tinggi swasta yang bersifat akademik dan pada 1961 berkembang menjadi Fakultas Kedokteran Gigi Prof. Dr. Moestopo, yang kemudian menjadi embrio Universitas Prof. Dr. Moestopo.

“Universitas Prof. Dr. Moestopo tidak lahir secara tiba-tiba. Perjalanannya dimulai dari sebuah gagasan sederhana tetapi sangat besar maknanya: bagaimana ilmu pengetahuan dapat digunakan untuk membantu masyarakat,” tutur Rektor.

Perjuangan tersebut kemudian semakin kokoh dengan berdirinya Yayasan Universitas Prof. Dr. Moestopo pada 1962 oleh Prof. Dr. Moestopo bersama Ibu R.A. Soepartin Moestopo. Pada masa awal berdirinya yayasan, Prof. Dr. Moestopo menggunakan tanah pribadi beserta bangunannya di Jalan Hang Lekir I No. 8, Jakarta, bahkan sebuah mobil Opel Capitan tahun 1962 menjadi salah satu modal awal yayasan.

Bagi Rektor, perjalanan tersebut bukan sekadar catatan sejarah, melainkan cerminan nilai pengorbanan dan pengabdian yang perlu diwarisi oleh generasi mahasiswa Moestopo.

“Saudara tidak sedang memasuki kampus yang tidak memiliki sejarah. Saudara sedang memasuki sebuah kampus yang memiliki warisan perjuangan,” tegasnya.

KNOW, GROW, IMPACT: Menjadi Mahasiswa yang Berkarakter dan Berdampak

Rektor menegaskan bahwa semangat perjuangan pendiri harus diteruskan melalui prestasi, integritas, inovasi, dan pengabdian.

Dalam konteks tema PKKMB 2026, KNOW menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk mengenal kampus, sejarah, nilai-nilai, dosen, lingkungan akademik, sekaligus mengenal dirinya sendiri.

Tahap GROW mengajak mahasiswa menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk bertumbuh, bukan hanya secara akademik, tetapi juga dalam karakter, integritas, kemampuan bekerja sama, keberanian berpikir, dan kepedulian terhadap sesama.

Sementara IMPACT menjadi tujuan akhir, yaitu mendorong mahasiswa agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

“Kalau generasi terdahulu membangun kampus ini dengan perjuangan, maka generasi Saudara harus menjaga dan mengembangkan kampus ini dengan prestasi, integritas, inovasi, dan pengabdian,” pesan Rektor kepada mahasiswa baru.

Dari Teknologi, Karakter, hingga Kesiapan Menghadapi Masa Depan

Semangat menjadi generasi pembeda juga diperkuat melalui materi yang disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata RI, Zita Anjani, S.Sos., M.Sc., dengan tema “Dari Mahasiswa Baru ke Generasi Pembeda.”

Mahasiswa diajak memahami kekuatan sekaligus tantangan sebagai generasi digital. Kemampuan beradaptasi, keterbukaan terhadap gagasan baru, kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan, serta kemampuan menjaga fokus dan ketangguhan menjadi bagian penting dalam menghadapi dunia yang semakin dinamis.

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga menjadi salah satu pembahasan. AI diperkenalkan bukan semata sebagai ancaman, tetapi sebagai alat yang dapat mendukung proses belajar, riset, kreativitas, hingga pengembangan karier. Namun, mahasiswa tetap dituntut memiliki kreativitas, empati, etika, dan kemampuan storytelling sebagai kekuatan manusia yang tidak dapat digantikan teknologi.

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan berbagai materi dari sejumlah narasumber, antara lain Komandan RS MARINIR Cilandak Kolonel Laut drg. Muhammad Arifin, Sp.Ort., M.Tr.Opsla, Anggota Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Fuji Samantha, S.St., M.I.Kom., Kepala LLDIKTI Wilayah III Jakarta Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., serta materi growth mindset, karakter humanis, kesehatan fisik dan mental mahasiswa, dan pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Membangun Generasi Moestopo yang Berintegritas

Rangkaian PKKMB 2026 juga memperkenalkan mahasiswa pada kehidupan berbangsa dan bernegara, kepemimpinan, sistem pendidikan tinggi, budaya akademik, integritas akademik, etika digital, kesehatan fisik dan mental, serta lingkungan kampus yang aman, sehat, humanis, inklusif, dan saling menghargai.

Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), seperti Agrawitaka, DIAMA, dan UKM Keagamaan, sebagai wadah untuk menemukan minat, mengembangkan bakat, membangun jejaring, dan belajar berorganisasi di luar ruang kelas.

Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan refleksi bersama melalui Moestopo Radio. Momentum tersebut menjadi penanda bahwa perjalanan mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Moestopo baru saja dimulai.

Universitas Moestopo menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk tahu, tetapi juga untuk tumbuh dan akhirnya mampu memberi dampak.

KNOW untuk mengenal siapa kita.
GROW untuk membangun siapa diri kita.
IMPACT untuk menentukan apa yang dapat kita berikan.

Dari Kampus Merah Putih inilah perjalanan itu dimulai—dari mahasiswa baru menuju generasi Moestopo yang berilmu, berkarakter, berintegritas, dan siap menjadi pembeda.

 

  • #BecomingMoestopo #PKKMB2026 #MoestopoBeragama #KampusBerdampak #DiktisaintekBerdampak