• 0217252225
  • Jl. Hang Lekir I No. 8 Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 10270

Menjaga Energi, Menjaga Masa Depan: FISIP Moestopo Bahas Industri Migas dan Ketahanan Energi Nasional

Menjaga Energi, Menjaga Masa Depan: FISIP Moestopo Bahas Industri Migas dan Ketahanan Energi Nasional

Menjaga Energi, Menjaga Masa Depan: FISIP Moestopo Bahas Industri Migas dan Ketahanan Energi Nasional

Jakarta, 12 September 2026 — Ketahanan energi bukan sekadar persoalan berapa banyak minyak dan gas yang dimiliki sebuah negara. Di balik setiap liter bahan bakar terdapat persoalan tata kelola, kebijakan, ekonomi, teknologi, hingga dinamika geopolitik yang menentukan keberlanjutan kehidupan masyarakat dan pembangunan nasional.

 

Berangkat dari pentingnya memahami persoalan tersebut, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Industri Minyak & Gas Bumi di Indonesia: Sejarah, Tata Kelola dan Tuntutan Ketahanan Energi Nasional”, pada 12 September 2026 di Kampus I Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta.

 

Kegiatan ini menjadi ruang akademik bagi sivitas akademika untuk melihat industri migas Indonesia secara lebih luas—bukan hanya dari sisi sumber daya, tetapi juga dari perspektif sejarah, tata kelola, kebutuhan energi, serta tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menjaga ketahanan energi nasional.

 

Dalam sambutannya, Dekan FISIP Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. H. Ryantori, M.Si., menyampaikan harapannya agar seminar tersebut dapat memberikan manfaat dan memperluas wawasan para peserta melalui pengalaman serta pengetahuan yang disampaikan oleh narasumber.

 

Ia juga mengingatkan kembali makna penting kata “Beragama” yang menjadi bagian dari identitas Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun insan akademik yang tidak hanya memiliki kecakapan intelektual, tetapi juga menjunjung nilai moral dan tanggung jawab dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan.

 

Membaca Sejarah Migas, Memahami Tantangan Masa Depan

Seminar dilanjutkan dengan pemaparan oleh Anggota Komite, Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero), Dr. Irham Dilmy, MBA, CRP, CHRM, CIMA.

Dalam paparannya, Dr. Irham Dilmy mengajak peserta melihat perjalanan panjang industri minyak dan gas bumi di Indonesia, mulai dari sejarah pengelolaan migas hingga perkembangan tata kelola dan kelembagaan sektor hulu dan hilir.

 

Pembahasan kemudian diarahkan pada persoalan kebutuhan energi nasional yang terus berkembang. Pertumbuhan kebutuhan tersebut menuntut kemampuan negara untuk memastikan energi tetap tersedia, dapat diakses masyarakat dan industri, serta memiliki harga yang terjangkau.

 

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah adanya kesenjangan antara kebutuhan BBM nasional dengan produksi domestik. Ketergantungan terhadap impor serta keterbatasan kapasitas penyimpanan menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia.

 

Empat Pilar Ketahanan Energi

Dalam konteks ketahanan energi, ketersediaan energi saja tidak cukup. Ketahanan energi perlu dibangun melalui empat pilar utama, yaitu availability, accessibility, affordability, dan sustainability.

Artinya, energi harus tersedia dalam jumlah yang memadai, dapat diakses oleh masyarakat, memiliki harga yang terjangkau, serta dikelola secara berkelanjutan dengan memperhatikan keberlangsungan lingkungan.

 

Persoalan tersebut menjadi semakin kompleks ketika Indonesia menghadapi tantangan global. Ketergantungan terhadap energi fosil, keterbatasan infrastruktur dan distribusi, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, regulasi yang belum stabil, serta dinamika geopolitik global menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi ketahanan energi nasional.

 

Dinamika geopolitik bahkan dapat memberikan dampak langsung terhadap jalur pasokan dan harga minyak dunia. Karena itu, ketahanan energi membutuhkan kebijakan yang mampu melihat persoalan tidak hanya dalam perspektif hari ini, tetapi juga mempersiapkan Indonesia menghadapi kebutuhan energi di masa mendatang.

Dari Ruang Akademik untuk Ketahanan Bangsa

Seminar Nasional FISIP Universitas Moestopo ini menjadi bagian dari komitmen FISIP untuk terus menghadirkan ruang akademik yang responsif terhadap persoalan strategis bangsa.

 

Bagi dunia pendidikan tinggi, membicarakan energi berarti membicarakan masa depan. Sebab energi menggerakkan industri, transportasi, ekonomi, dan kehidupan masyarakat. Ketika ketahanan energi terjaga, maka keberlanjutan pembangunan pun memiliki fondasi yang lebih kuat.

 

Melalui forum ini, FISIP Universitas Moestopo tidak hanya mengajak sivitas akademika untuk memahami sejarah dan tata kelola industri migas, tetapi juga mendorong lahirnya perspektif kritis terhadap tantangan energi Indonesia.

 

Karena menjaga energi bukan hanya tentang menjaga sumber daya hari ini, tetapi tentang memastikan Indonesia memiliki kekuatan untuk melangkah menuju masa depan.

FISIP Universitas Moestopo — Berilmu, Berintegritas, dan Berdampak untuk Indonesia.

 

  • FISIP Universitas Moestopo, Berilmu, Berintegritas, dan Berdampak untuk Indonesia, Universitas Moestopo, Diktisaintek Berdampak.