FIKOM Moestopo Tanamkan Karakter dan Strategi Komunikasi, Siapkan Generasi Pemimpin di Tengah Krisis
Jakarta, 11 September 2026 — Menjadi komunikator di era digital bukan sekadar tentang kemampuan menyampaikan pesan. Di tengah derasnya perkembangan teknologi, artificial intelligence (AI), transformasi media, dan perubahan perilaku masyarakat, seorang komunikator dituntut mampu berpikir kritis, membaca situasi, menjaga reputasi, sekaligus hadir sebagai pemimpin ketika menghadapi krisis.
Semangat itulah yang dihadirkan Fakultas
Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) (FIKOM UPDM(B))
melalui kegiatan Matrikulasi dan Kuliah Umum bagi mahasiswa baru Program Studi
S1 dan S2 Ilmu Komunikasi, Jumat, 11 September 2026, di Lab Humas Lantai 3
Kampus Hang Lekir.
Mengusung tema “Build Character,
Shape The Future: Lead Through Crisis”, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi
mahasiswa baru untuk memasuki perjalanan akademik sekaligus memahami bahwa masa
depan seorang profesional komunikasi tidak hanya dibangun melalui penguasaan
ilmu, tetapi juga melalui karakter, integritas, keberanian, dan kemampuan
memimpin.
Lebih dari sekadar agenda
penyambutan mahasiswa baru, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan nilai-nilai
perjuangan Prof. Dr. Moestopo dengan tantangan dunia komunikasi masa kini.
Spirit perjuangan, kedisiplinan, keberanian, kepemimpinan, pengabdian, serta
komitmen terhadap pendidikan menjadi nilai yang diperkenalkan dan
diinternalisasikan sebagai bagian dari pembentukan karakter akademik dan
profesional mahasiswa.
Membangun Masa Depan Dimulai dari
Karakter
Sesi pertama menghadirkan Dr. H.
Muhammad Saifullah, S.Sos., M.Si., Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo
(Beragama), yang menyampaikan materi bertajuk “Your Future, Your Character:
Spirit From Prof. Dr. Moestopo.”
Di hadapan mahasiswa baru,
karakter ditempatkan sebagai fondasi penting dalam perjalanan menuju
keberhasilan. Penguasaan ilmu dan kompetensi akademik menjadi semakin bermakna
ketika disertai integritas serta kemampuan untuk menerapkan ilmu komunikasi secara
bertanggung jawab.
Pesan tersebut menjadi relevan
bagi mahasiswa yang baru memulai perjalanan akademiknya. Masa depan profesional
bukanlah sesuatu yang hadir secara instan. Ia dibangun sedikit demi sedikit
melalui keberanian untuk belajar, kemauan mengembangkan kompetensi, konsistensi
menjaga karakter, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan.
Di sinilah nilai-nilai Prof. Dr.
Moestopo mendapatkan relevansinya. Semangat perjuangan tidak hanya menjadi
bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk
terus bergerak, berkarya, dan memberikan kontribusi melalui ilmu yang dimiliki.
Ketika Komunikasi Berhadapan
dengan Krisis
Memasuki sesi kedua, mahasiswa
mendapatkan perspektif yang lebih strategis melalui materi “Strategic
Communication in Crisis: Leadership and Reputation Management” yang disampaikan
oleh Prof. Dr. Ibnu Hamad, M.Si.
Dalam sesi ini, mahasiswa
diperkenalkan pada konsep komunikasi strategis dalam situasi krisis, termasuk
bagaimana mengenali karakteristik krisis komunikasi di era digital serta
memahami hubungan erat antara krisis, komunikasi, kepemimpinan, dan reputasi.
Di era ketika sebuah informasi
dapat menyebar dalam hitungan detik, krisis komunikasi dapat berkembang menjadi
persoalan yang lebih luas apabila tidak dikelola dengan tepat. Karena itu,
kemampuan berkomunikasi tidak cukup berhenti pada bagaimana sebuah pesan
disampaikan, tetapi juga bagaimana pesan tersebut dirancang, dikelola, dan
diarahkan untuk menjaga kepercayaan serta reputasi.
Mahasiswa pun didorong untuk
membangun kemampuan berpikir kritis dan strategis. Mereka dipersiapkan untuk
mampu membaca persoalan komunikasi secara lebih utuh, memahami konteks, serta
mengambil langkah komunikasi yang tepat ketika berhadapan dengan situasi
krisis.
Dari Moestopo, untuk Komunikator
Masa Depan
Diikuti oleh mahasiswa baru S1
dan S2 FIKOM, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FIKOM UPDM(B) dalam
mempersiapkan generasi komunikasi yang memiliki keseimbangan antara kompetensi,
karakter, dan kepemimpinan.
FIKOM UPDM(B) tidak hanya
mendorong mahasiswa untuk memahami teori dan praktik komunikasi, tetapi juga
menanamkan nilai-nilai institusional sebagai bagian dari perjalanan pendidikan.
Penguatan institutional identity dan internalisasi nilai-nilai Prof. Dr.
Moestopo menjadi fondasi dalam membentuk calon profesional komunikasi yang
berintegritas.
Sebab, ilmu komunikasi pada
akhirnya bukan hanya tentang bagaimana seseorang mampu berbicara, menulis, atau
menyampaikan pesan. Lebih jauh, komunikasi adalah tentang bagaimana ilmu
tersebut digunakan untuk membangun kepercayaan, menjaga hubungan, menghadapi
persoalan, dan menghadirkan dampak.
Karena itu, “Build Character,
Shape The Future: Lead Through Crisis” bukan sekadar tema sebuah kegiatan. Ia
menjadi pesan awal bagi mahasiswa baru FIKOM Moestopo bahwa perjalanan menuju
masa depan dimulai dari hari ini—dengan membangun karakter, memperkuat ilmu,
menumbuhkan keberanian, dan mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari
perubahan.
Sebab, dunia komunikasi tidak
hanya membutuhkan mereka yang mampu menyampaikan pesan, tetapi juga mereka yang
mampu berdiri teguh, berpikir jernih, dan memimpin ketika keadaan berada dalam
krisis.